5 Berita terbaik

Jangan Lewatkan

30 Mahasiswa KKN-PPM UGM Mulai Pengabdian di Buton Selatan, Siapkan Festival Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026

BUTON SELATAN, SEGMENSULTRA.COM – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) “Cahea Busel” memulai pengabdian di Kabupaten Buton Selatan.

Selama 50 hari ke depan, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa, dan Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa.

Tim KKN-PPM UGM mengusung tema “Pendekatan Multisektoral dalam Optimalisasi Potensi Maritim dan Sumber Daya Lokal sebagai Pilar Utama Pembangunan Berkelanjutan di Desa Gaya Baru dan Gerak Makmur.” Melalui tema tersebut, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu akan berkolaborasi mengembangkan potensi daerah melalui pendekatan lintas sektor.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr Nur Rokhman, menjelaskan bahwa Pelaksanaan KKN menjadi bagian dari kegiatan akademik yang memberi ruang bagi mahasiswa menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Mahasiswa menjadi agen perubahan yang akan mengidentifikasi potensi di Kabupaten Buton Selatan dan mengakselerasi perkembangannya. Kerja nyata yang dilakukan mahasiswa akan mengasah kepekaan sosial, budaya, serta menemukan solusi yang tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya. Senin 29 Juni 2026.

Tim “Cahea Busel” terdiri atas mahasiswa dari berbagai klaster keilmuan, meliputi Sosial Humaniora (Soshum), Sains dan Teknologi (Saintek), Medika, hingga Agro. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, infrastruktur, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu program utama yang akan dijalankan adalah Blue Coast Eco Festival: Gelora Pesisir Menuju Sail to Indonesia 2026. Kegiatan tersebut dirancang sebagai festival berbasis potensi pesisir yang memadukan promosi budaya, pariwisata, dan produk UMKM dalam konsep pembangunan berkelanjutan.

Festival itu diharapkan menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Buton Selatan menyambut Sail to Indonesia 2026 sekaligus membuka peluang promosi daerah hingga tingkat internasional. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat identitas lokal melalui pelestarian budaya, keterlibatan generasi muda, dan pemanfaatan inovasi teknologi.

Nama “Cahea Busel” menjadi simbol harapan dan perubahan yang ingin diwujudkan selama pelaksanaan KKN. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui penerapan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi pengalaman belajar langsung mengenai kondisi sosial, budaya, dan potensi desa.

Melalui kerja sama bersama pemerintah desa dan masyarakat, Tim KKN-PPM UGM optimistis seluruh program yang telah disusun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat potensi lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Buton Selatan.(Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini