WAKATOBI, SEGMENASULTRA.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Wakatobi menggelar kegiatan sosialisasi upaya pencegahan narkoba di tingkat pelajar. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (26/8/2026) di SMPN 1 Wangi-Wangi Selatan, Desa Liya Mawi, Kabupaten Wakatobi, itu dihadiri langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wakatobi, Hj. Eliati Haliana, yang juga merupakan Penasehat DWP Wakatobi, serta Kasat Narkoba Polres Wakatobi.
Ketua DWP Kabupaten Wakatobi, Nur Citamaya Nadar, dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Dharma Wanita Persatuan yang melekat pada bidang sosial budaya dan pendidikan.

Menurutnya, DWP memiliki tugas merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi berbagai program kemasyarakatan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, melestarikan nilai budaya, sekaligus memajukan kualitas pendidikan.
“Untuk memajukan kualitas pendidikan di Wakatobi, salah satunya harus terhindar dari bahaya narkoba, miras, tawuran, dan sebagainya,” ungkapnya.
Nur Citamaya Nadar juga menjelaskan, sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, DWP Kabupaten Wakatobi menggelar pemeriksaan kesehatan melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang bekerja sama dengan tim kesehatan dari Puskesmas Liya.
Sementara itu, Hj. Eliati Haliana dalam materinya memberikan motivasi kepada seluruh peserta, baik guru, orang tua maupun siswa-siswi, agar senantiasa menjauhi narkoba serta memahami dampak dan bahayanya. Ia juga menyampaikan pentingnya mencegah terjadinya pernikahan dini di kalangan remaja.
“Jadi, tolong buat adik-adik untuk selalu menjauhi narkoba. Bahaya narkoba ini dapat menghancurkan masa depan kalian. Kepada orang tua dan guru, perhatikan terus anak-anak kita, jangan sampai mereka salah bergaul di luar,” ungkapnya.
Selain itu, Hj. Eliati Haliana, SKM, mengingatkan para orang tua siswa untuk menerapkan dimensi dan fungsi keluarga, meliputi agama, kasih sayang, sosial budaya, reproduksi, perlindungan, ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan sosialisasi.
“Jika hal itu terlaksana, hubungan antara orang tua dan anak akan menimbulkan kenyamanan dan saling percaya di dalam keluarga. Keluarga akan menjadi tempat anak kita bercerita dan mencurahkan masalahnya, ketimbang mencari tempat curhat di luar,” jelas Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wakatobi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah mitra, di antaranya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Wakatobi.(Adm)
