BAUBAU, SEGMENSULTRA.COM – Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Kota Baubau masih menghadapi kendala keterbatasan lahan. Hingga pertengahan tahun 2026, baru enam gerai yang telah terbangun maupun masih dalam tahap progres pembangunan di sejumlah kelurahan.
Pemerintah Kota Baubau menyebut program nasional tersebut tetap menjadi prioritas untuk direalisasikan di seluruh wilayah kelurahan. Namun keterbatasan aset daerah membuat proses penyediaan lokasi pembangunan belum berjalan maksimal.
Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah mengikuti agenda peresmian serentak Koperasi Merah Putih bersama Presiden RI untuk 1.061 koperasi di seluruh Indonesia.
Menurutnya, program tersebut ditargetkan hadir di setiap kelurahan, termasuk di Kota Baubau yang memiliki 43 kelurahan.
“Saat ini yang sudah terbangun dan sementara progres ada enam gerai. Salah satunya lokasi yang saat ini kita zoom bersama Bapak Presiden terkait peresmian Koperasi Merah Putih serentak seluruh Indonesia,” kata Darussalam.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah terus mencari langkah agar pembangunan gerai dapat menjangkau seluruh kelurahan di Kota Baubau. Akan tetapi, keterbatasan lahan milik pemerintah kota masih menjadi hambatan utama.
“Kita terus berupaya bagaimana ke depannya setiap kelurahan ada Koperasi Merah Putihnya, tapi kembali lagi aset kota yang sangat terbatas. Mungkin nanti akan ada langkah lain yang dilakukan,” ujarnya.
Darussalam mengatakan, Pemkot Baubau masih menunggu arahan lanjutan dari pemerintah pusat terkait solusi pembangunan di wilayah yang belum memiliki lahan pemerintah.
Menurutnya, pembahasan pemanfaatan lahan alternatif juga telah dilakukan bersama pihak TNI melalui rapat koordinasi beberapa waktu lalu.
“Kita juga sudah pernah rapat dengan Pak Dandim waktu zoom beberapa waktu lalu, bisa menggunakan lahan provinsi maupun BUMN,” tambahnya.
Saat ini, gerai Koperasi Merah Putih di Kelurahan Lakologou dibangun menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Sementara gerai yang berdiri di atas aset Pemerintah Kota Baubau berada di Kelurahan Bukit Wolio Indah, Lowu-lowu, dan Liwuto.
Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan rencana pembangunan tambahan di wilayah lain, termasuk di Kelurahan Palabusa yang disebut memiliki lahan hibah dari masyarakat.
“Sementara untuk Palabusa kita persiapkan juga. Di sana ada lahan masyarakat yang dihibahkan. Kita tunggu saja, kita tetap upayakan setiap kelurahan ada,” ujar Darussalam.
Di tempat yang sama, Project Management Officer (PMO) Kementerian Koperasi Kota Baubau, Muhamad Syahadat, didampingi rekannya Widhy Bintang Lestari, mengatakan seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Baubau sebenarnya telah terbentuk sejak Agustus 2025.
“Sebanyak 43 Koperasi Kelurahan Merah Putih sudah terbentuk di Kota Baubau,” katanya.
Ia menjelaskan, pembentukan koperasi tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan gudang dan gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Menurut Syahadat, pihak pengurus koperasi bersama pemerintah kelurahan sebelumnya telah mengusulkan sejumlah lokasi yang dianggap layak untuk pembangunan gerai.
“Identifikasi awal ada 21 lahan yang sudah diusulkan oleh pengurus KKMP bersama pihak kelurahan agar ditinjau pemerintah daerah, khususnya BPKAD dan Dinas Koperasi Kota Baubau. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan izin pemanfaatan aset maupun lahan pemerintah yang dinilai layak untuk pembangunan gudang dan gerai koperasi.
“Kami harapkan jika dianggap layak agar lahan ataupun aset pemerintah daerah itu diberi izin pemanfaatan aset lahan untuk pembangunan gudang dan gerai Koperasi Merah Putih guna mendukung percepatan pembangunan gerai,” katanya.
Syahadat juga meminta satuan tugas Koperasi Merah Putih di berbagai tingkatan memperkuat koordinasi agar pembangunan fisik gerai di seluruh kelurahan dapat segera terealisasi.
Selain melakukan pengawasan dan pendampingan program, pihak PMO disebut terus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai jadwal dan prinsip akuntabilitas.
“Empat orang Business Assistant juga terus melakukan pendampingan ke koperasi di wilayah binaan masing-masing untuk memastikan standar kualitas pengelolaan manajemen koperasi tetap berjalan baik,” kata Syahadat.
Ia menilai keberadaan Koperasi Merah Putih akan memberi dampak besar terhadap penguatan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan di Kota Baubau.(Adm)
