BerandaNewsBaubauLangit Baubau Diselimuti Asap, Dinas Pendidikan Imbau Siswa Gunakan Masker

Langit Baubau Diselimuti Asap, Dinas Pendidikan Imbau Siswa Gunakan Masker

BAUBAU, SEGMENSULTRA.COM – Langit Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mulai diselimuti asap yang mengganggu jarak pandang dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara. Kondisi ini diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah tersebut.

Asap yang menyelimuti langit kota membuat masyarakat khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan, terutama anak-anak yang setiap hari beraktivitas di luar rumah untuk bersekolah.

Salah seorang warga Baubau Ikbal mengaku khawatir dengan kondisi udara yang dipenuhi asap. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan kualitas udara tetap aman bagi masyarakat.

“Kami khawatir kalau asap semakin tebal, apalagi anak-anak setiap hari harus berangkat ke sekolah. Mudah-mudahan kondisi ini segera membaik dan ada langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak asap,” ujarnya. Selasa 13 Oktober 2026.

Di tengah kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau mengeluarkan imbauan kepada seluruh kepala TK/PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, untuk meningkatkan perlindungan kesehatan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, La Mane, S.Pd.,

Imbauan yang ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Dinas Pendidikan, La Mane, S.Pd., tersebut berlaku mulai 14 Oktober 2026 hingga batas waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut, menyesuaikan kondisi kualitas udara.

Dalam surat imbauan itu, seluruh siswa diwajibkan menggunakan masker medis atau masker kain berlapis sejak berangkat dari rumah, selama berada di lingkungan sekolah, hingga kembali ke rumah. Jika asap sangat pekat, siswa disarankan menggunakan masker jenis KN95 atau N95.

Sekolah juga diminta mengingatkan siswa membawa minimal satu masker cadangan untuk mengganti masker yang kotor atau basah.

Selain itu, kegiatan di luar ruangan, seperti olahraga, upacara, dan kegiatan ekstrakurikuler, diminta dialihkan ke dalam ruangan atau ditunda sementara waktu.

Orang tua juga diimbau memastikan anak-anak mengonsumsi air putih yang cukup serta makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.

Apabila siswa mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti batuk terus-menerus, sesak napas, atau mata perih, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat dan menginformasikan kondisi tersebut kepada wali kelas.

Melalui imbauan tersebut, pihak dinas berharap sekolah dan orang tua dapat bekerja sama menjaga kesehatan serta keselamatan peserta didik selama kondisi udara belum kembali membaik.

Masyarakat juga diharapkan tetap waspada terhadap paparan asap dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara semakin memburuk.(Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berapakah 3 + 8 ?

Iklan

Berita Populer