BerandaNewsBaubauDamkar Baubau Evakuasi Sarang Lebah yang Ganggu Warga di Kos-kosan RRC

Damkar Baubau Evakuasi Sarang Lebah yang Ganggu Warga di Kos-kosan RRC

BAUBAU, SEGMENSULTRA.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Baubau bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait keberadaan sarang lebah yang mengganggu penghuni Kos-kosan RRC, Lorong Cesper, Kelurahan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Selasa 15 September 2026.

Laporan tersebut disampaikan Abdul, salah seorang penghuni kos, melalui nomor pengaduan WhatsApp Damkar Baubau di 08114001113. Hanya sekitar lima menit setelah laporan diterima, tim rescue Damkar Baubau yang berjumlah lima orang tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.

Tim rescue dipimpin Dusman. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pembasmian sarang lebah yang berada di atas pohon dengan ketinggian sekitar empat meter. Lebah tersebut juga dilaporkan telah masuk ke dalam rumah dan sempat mengganggu aktivitas penghuni kos.

Ketua Tim Rescue Damkar Baubau, Dusman, mengatakan lebah yang ditangani bukan jenis yang terlalu berbahaya. Namun, jika jumlahnya sudah banyak dan sarangnya berukuran besar, keberadaannya tetap dapat membahayakan warga, terutama jika tersengat.

“Lebah ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya, tetapi kalau ukurannya sudah besar tentu bisa membahayakan apabila warga terkena sengatannya,” kata Dusman.

Dalam proses penanganan, petugas menggunakan asap dan api kecil untuk mengusir sekaligus memusnahkan sarang lebah. Setelah kurang lebih satu jam, tim rescue berhasil membersihkan sarang lebah hingga tidak lagi mengganggu penghuni kos.

Abdul mengaku berterima kasih atas respons cepat Damkar Baubau. Menurutnya, keberadaan lebah tersebut sudah berlangsung sekitar satu minggu dan sarangnya berada di sekitar depan rumah.

“Sudah sekitar satu minggu lebah ini bersarang di depan rumah. Bahkan sempat masuk ke kamar kos, sehingga cukup mengganggu kenyamanan kami saat beraktivitas,” ujar Abdul.

Ia berharap keberadaan petugas Damkar yang responsif dapat terus membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi yang berpotensi membahayakan, termasuk gangguan sarang lebah di lingkungan permukiman.(Adm)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berapakah 1 + 4 ?

Iklan

Berita Populer