BAUBAU, SEGMENSULTRA.COM – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Baubau periode 2025–2028 resmi dilantik pada Minggu, 12 April 2025. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Wilayah IDI Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Rabiul Awal, dan dirangkaikan dengan Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai upaya peningkatan kapasitas tenaga medis sekaligus edukasi bagi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Baubau, Sitti Aryati Yusran, serta Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darusalam.
Dalam sambutannya, Hamsinah menekankan pentingnya peran IDI dalam menjaga marwah profesi sekaligus mendukung pembangunan kesehatan daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas kontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Baubau.

“Kita telah mencapai banyak hal di bidang kesehatan, dan itu tidak terlepas dari peran IDI. Pembangunan kesehatan merupakan pilar utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Baubau telah menembus angka 80, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Sulawesi Tenggara dan melampaui rata-rata nasional. Kondisi ini disebut sebagai indikator kuat keberhasilan pembangunan SDM yang didukung oleh tenaga kesehatan, termasuk para dokter.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi. Salah satunya terkait peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah Baubau yang saat ini masih bertipe D. Pemerintah Kota Baubau tengah berproses menghadirkan rumah sakit yang lebih lengkap dari sisi fasilitas maupun kualitas tenaga medis.
Selain itu, RSUD Baubau kini telah berfungsi sebagai rumah sakit rujukan kedua di Sulawesi Tenggara. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana di tujuh puskesmas yang tersebar di wilayah kota.
Dalam sektor pencegahan stunting, Baubau turut mencatat capaian positif dengan meraih dana insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas kinerja penanganan.

Sementara itu, Ketua Wilayah IDI Sultra, La Ode Rabiul Awal, menyebut pelantikan yang dirangkaikan dengan workshop BHD menunjukkan komitmen IDI sebagai edukator bagi masyarakat, terutama dalam penanganan kondisi kegawatdaruratan.
“Dengan edukasi ini, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan pertolongan pertama sebelum pasien mendapatkan penanganan di rumah sakit,” ungkapnya.
Ia menegaskan, IDI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. Para dokter diingatkan untuk tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesi.
“Bicara soal kesejahteraan masih banyak masyarakat di luar sana yang lebih membutuhkan. Jika kita bekerja dengan baik dan berpihak pada kemanusiaan, rezeki tidak akan tertukar,” pesannya.
Di tempat yang sama, Ketua IDI Kota Baubau, Hasrida Hamid, menyebut pelantikan ini sebagai momentum memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks.
Ia menegaskan komitmen IDI untuk menjaga profesionalisme dan mutu layanan medis melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan, optimalisasi sistem rujukan, serta peningkatan edukasi publik.
“Pelantikan ini menandai pembaruan kepemimpinan yang diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan solutif,” tutupnya. (adm)
