BAUBAU, SEGMENSULTRA.COM – Salah satu oknum ajudan kepala daerah di wilayah Kepulauan Buton (Kepton) diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan mengirimkan foto alat kelaminnya kepada seorang perempuan melalui aplikasi TikTok.
Kasus ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga terjadi antara pelaku dan korban. Dalam isi percakapan tersebut, terdapat indikasi komunikasi bernuansa seksual yang berujung pada pengiriman konten bermuatan asusila.
Korban, seorang perempuan, disebut mengalami tekanan psikologis akibat peristiwa tersebut. Hingga kini, kondisi korban masih diliputi trauma dan belum sepenuhnya pulih.
“Korban merasa sangat terganggu dan ketakutan. Sampai sekarang masih trauma,” ujar sumber yang mengetahui kondisi korban.
Adapun isi percakapan yang beredar sebagai berikut:
• P: “ade sukaji kalau burungnya kaka besar toh”
• K: “Takut liat yg besar”
• P: “panjang”
• K: “Nda”
• P: “nda apa”
• K: “Tkut SM yg besar”
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan publik, mengingat pelaku merupakan bagian dari lingkaran pejabat yang seharusnya memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dugaan tindakan tersebut dinilai mencoreng institusi serta melanggar norma hukum dan etika.(Adm)
