More

    5 Berita terbaik

    Jangan Lewatkan

    Program MBG Wakatobi Capai 27.465 Penerima Manfaat, Serap 354 Tenaga Kerja Lokal

    WAKATOBI, SEGMENSULTRA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wakatobi terus mencatat perkembangan signifikan. Hingga 23 Februari 2026, jumlah penerima manfaat mencapai 27.465 orang yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan serta kelompok 3B (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui).

    Koordinator Wilayah Wakatobi, Rajuli, mengungkapkan, berdasarkan data terbaru, penerima manfaat terbesar berasal dari jenjang SD kelas 1–3 sebanyak 4.141 siswa dan SD kelas 4–6 sebanyak 4.107 siswa. Selain itu, terdapat 2.967 siswa SMP, 2.865 siswa SMA, 614 siswa MI, serta 2.816 balita. Program ini turut menjangkau ratusan penerima lain dari jenjang PAUD, RA, MTs, SMK, MA, SLB, pondok pesantren, hingga PKBM, termasuk 3.036 siswa TK.

    “Tidak hanya peserta didik, program MBG Kabupaten Wakatobi juga melayani kelompok Ibu Hamil (471) dan Ibu Menyusui (782). Program ini turut mendukung ekosistem pendidikan dan kesehatan dengan melibatkan 2.586 guru, 229 tenaga kependidikan, serta 22 kader Posyandu,” ungkap Rajuli.

    Dari sisi infrastruktur, hingga pertengahan Februari 2026, Kabupaten Wakatobi telah memiliki tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif. Mayoritas SPPG tersebut dikelola oleh mitra, baik masyarakat maupun yayasan.

    Program ini turut memberikan dampak ekonomi yang luas. Sebanyak 354 tenaga kerja lokal terserap dalam seluruh rantai distribusi, mulai dari Kepala SPPG, PLO Gizi, PLO Akuntan, Koordinator Lapangan, Juru Masak, Petugas Kebersihan, Tenaga Keamanan, hingga Driver.

    “Dari sektor kemitraan, tercatat 56 suplayer lokal yang terlibat dalam program MBG, terdiri dari 11 koperasi, 1 BUMDes, 39 UMKM, dan 5 suplayer lainnya,” lanjut Rajuli.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi, Nadar, menilai capaian tersebut sebagai fase ekspansi dan konsolidasi program. Pemerintah daerah berkomitmen memperluas cakupan pelayanan hingga menjangkau wilayah terpencil, memperkuat rantai pasok bahan baku, meningkatkan mutu keamanan pangan, serta membenahi tata kelola dan integrasi data lintas sektor.

    “Wakatobi juga menegaskan bahwa program ini sangat strategis. Selain memperkuat pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, program ini turut menggerakkan ekonomi lokal secara nyata,” tutupnya.(Adm)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini