More

    5 Berita terbaik

    Jangan Lewatkan

    Prosesi Adat Pergantian Katuko Digelar di Keraton Wolio, Pemkot Pastikan Berjalan Lancar

    BAUBAU, SEGMENSULTRA.COM – Perangkat Masjid Agung Keraton Wolio menggelar ritual prosesi pergantian katuko di Baruga Keraton Wolio, Sabtu pagi (14/02/2026). Prosesi sakral tersebut dihadiri seluruh perangkat masjid serta unsur pemerintah daerah, di antaranya Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, Wakil Ketua DPRD Baubau Adriansyah Farmin, Sekda Baubau La Ode Darus Salam, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Moh. Idrus Taufik Saidi.

    Rangkaian ritual diawali dengan kolemiasana katuko yakni zikir selama empat malam di Galampa Lakina Agama. Setelah itu dilaksanakan Haroa berupa pembacaan doa oleh perangkat masjid yang ditunjuk dan dilanjutkan makan bersama.

    Selanjutnya dilakukan prosesi inti berupa penyerahan katuko dari Wali Kota Baubau kepada Lakina Agama, Imam, Hatibi dan Moji. Sebelum penyerahan, doa kembali dipanjatkan oleh perangkat masjid. Acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat.

    Usai prosesi, Wali Kota Baubau Yusran Fahim menjelaskan pergantian katuko dilakukan atas permintaan internal perangkat masjid karena tongkat lama sudah usang. Katuko lama rencananya akan dimuseumkan meski lokasi penyimpanan masih dipertimbangkan.

    “Tidak ada permasalahan dalam proses pergantian Katuko ini. Pemkot serta DPRD turut menyaksikan langsung prosesi pergantian katuko yang telah berjalan dengan khidmat dan lancar,” ujarnya.

    Ia menambahkan, perangkat Masjid Agung Keraton Wolio sebelumnya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah sehingga seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur adat dan pemerintahan.

    Secara budaya, katuko atau tongkat memiliki makna seperti surat keputusan jabatan. Pengangkatan maupun pemberhentian seseorang ditandai dengan penyerahan atau pengambilan tongkat tersebut. Untuk golongan kaomu seperti Lakina Agama, Imam, dan Hatibi, hulu tongkat berbahan perak, sedangkan jabatan Moji dari golongan walaka menggunakan hulu berbahan kuningan.

    Pergantian katuko ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan. Sebelumnya pernah digelar pada awal tahun 2000-an. Katuko lama saat ini disimpan di lemari Galampa Lakina Agama.(Adm)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini